Daftar Isi : 

Ketika memutuskan membeli rumah, jangan hanya fokus pada harga dan lokasi, tapi juga developer yang dipilih benar-benar terpercaya. Sehingga, Homers perlu waspada dan mengenali redflag saat membeli properti.

Diketahui, redflag artinya tanda bahasa yang wajib dihindari saat membeli properti. Pasalnya, tidak semua developer memiliki rekam jejak yang baik dan bertanggung jawab sampai proyek selesai.

Ada banyak redflag yang bisa jadi peringatan sebelum membeli properti. Mulai dari janji manis dengan bonus dan promo yang tidak masuk diakal untuk jadi kenyataan sampai proyek yang mangkrak tanpa kepastian.

Terlebih lagi, menurut data dari Kompas.com, saat ini terdapat lebih dari 4.000 proyek perumahan yang sertifikatnya belum terselesaikan oleh developer. Bahkan, sampai melibatkan lebih dari 38.000 rumah.

Hal ini tentu saja menyebabkan kerugian baik dari segi biaya dan waktu yang diberikan. Untuk itu, supaya Homers tidak salah langkah, simak artikel Gethome di bawah ini!

Pada pembahasan kali ini, Gethome akan mengupas tuntas pengertian dan ciri-ciri bagaimana redflag itu pada developer perumahan.

Pengertian Redflag dalam Properti

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, redflag adalah tanda-tanda peringatan yang menunjukkan bahwa sebuah proyek atau developer mungkin bermasalah.

Biasanya, perilaku redflag ini sudah bisa Homers nilai ketikapertama kali datang ke lokasi dan berkomunikasi dengan pihaknya.

Misalnya, bisa berupa hal-hal seperti izin yang tidak jelas, proyek mangkrak, keterlambatan serah terima tanpa alasan yang kuat, atau janji keuntungan yang tidak diakal.

Redflag ini sangat penting untuk dikenali agar Homers sebagai calon pembeli tidak terjebak dalam masalah yang membuat pusing atau bahkan sampai menyebabkan kerugian.

Akibatnya, rumah yang akan Homers tempati bisa tak kunjung dibangun, fasilitas tidak sesuai janji, atau bahkan kehilangan banyak uang karena pengemban yang tidak bertanggung jawab.

Ciri-Ciri Redflag Developer

Agar Homers tidak terjebak dengan developer bermasalah, mari pahami ciri-ciri redflag developer yang harus dihindari. Beberapa ciri-cirinya adalah sebagai berikut ini:

1. Permasalahan Izin yang Tidak Jelas

Developer yang kredibel pasti memiliki izin yang lengkap. Mulai dari tersedianya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan disertai dengan sertifikat tanah yang sah.

Kalau developer tidak bisa menunjukkan bukti fisik IMB atau ada ketidaksesuaian dokumen, itu tanda bahaya yang tidak boleh Homers abaikan.

Alangkah baiknya, jika Homers mengalami kejadian ini, jangan ragu untuk mencari opsi lain agar tidak terjebak masalah di kemudian hari.

2. Memberikan Harga Terlalu Murah atau Janji Berlebihan

Jika menemukan developer yang menawarkan harga jauh di bawah pasaran atau janji keuntungan yang terlalu manis, bisa jadi itu jebakan. Jangan langsung tergiur tanpa mengecek lebih lanjut.

Developer yang terpercaya biasanya akan memberikan informasi secara transparan. Termasuk riset harga sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) serta perbandingan harga dengan properti di sekitarnya. Pastikan semua detail jelas agar tidak terjebak penipuan.

3. Rekam Jejak Buruk

Contoh lain developer yang kredibel ialah memiliki akun media sosial atau website resmi sebagai media penjualan. Ini bisa menjadi sumber informasi awal untuk menilai reputasi mereka.

Sebelum memutuskan, pastikan Homers membaca ulasan dari klien, baik yang positif maupun negatif. Jika banyak keluhan tentang keterlambatan, proyek mangkrak, atau masalah legalitas, lebih baik cari developer lain yang lebih terpercaya.

4. Sistem Pembayaran yang Tidak Transparan

Developer yang bermasalah sering kali meminta pembayaran dalam jumlah besar tanpa kejelasan hitam di atas putih. Ini bisa berisiko, apalagi jika tidak ada bukti transaksi yang sah.

Baik untuk booking fee maupun pelunasan, pastikan selalu ada kwitansi bermaterai sebagai bukti pembayaran. Selain itu, wajib ada perjanjian tertulis yang sah agar transaksi lebih aman dan terhindar dari potensi penipuan.

5. Komunikasi yang Kurang Aktif

Developer yang profesional pasti responsif dan mudah dihubungi, baik melalui telepon, email, atau media sosial. Jika mereka sering menghindar, lambat merespons, atau jawabannya selalu mengambang, itu bisa jadi tanda bahaya.

Komunikasi yang buruk bisa berdampak pada proses pembangunan hingga serah terima unit. Jika sejak awal sudah sulit dihubungi, bagaimana nanti jika ada masalah? Lebih baik pilih developer yang terbuka dan mudah diajak diskusi.

Nah, itulah pengertian dan lima ciri-ciri redflag developer yang patut Homers waspadai atau bahkan hindari ketika membeli properti. Setelah mengetahui pembahasan di atas, carilah developer yang telah terpercaya dan berpengalaman.

Jangan khawatir, jika Homers ingin mendapatkan developer yang telah profesional, Gethome bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan pengalaman di bidang properti selama hampir 10 tahun dan telah menunjukkan tekadnya dalam menghadirkan hunian yang anti bodong!

Selain itu, Gethome juga hadir untuk mengurangi angka backlog yang terjadi di Indonesia. Apalagi, di Gethome Homers bisa miliki hunian yang nyaman dan modern di bawah Rp1 miliaran. Nggak percaya? Buktikan saja di website Gethome!

Baca Selekapnya: Pemerintah Bakal Terbitkan SBN Perumahan, Simak Detailnya!

Bagikan Postingan Ini