Efisiensi anggaran infrastruktur saat ini tengah menjadi sorotan, setelah pemerintah mengambil langkah kebijakan pemangkasan anggaran di berbagai sektor. Salah satu sektor yang terkena efisiensi anggaran adalah Kementerian PKP. 

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang memegang proyek 3 juta rumah, anggarannya dipotong dari Rp5,274 triliun menjadi Rp1,613 triliun. 

Lantas, bagaimana nasib program 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)? Yuk simak jawabannya di artikel ini, Minhome telah merangkumnya dari berbagai sumber. 

Nasib Program 3 Juta Rumah Atas Efisiensi Anggaran 

Menurut Joko Suranto selaku Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), meskipun Kementerian PKP dipangkas anggarannya, tetapi program 3 juta rumah tidak akan terganggu. 

Menteri PKP Maruarar Sirait alias Ara juga masih optimis bahwa program 3 juta rumah akan terus berjalan dan disesuaikan dengan anggaran yang ada. 

“Kami berusaha mencari program-program untuk mencapai itu dengan anggaran yang ada, dengan anggaran yang sudah diefisienkan dan terbatas,” ucap Ara. 

Beberapa cara mewujudkan program 3 juta rumah, yaitu dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), menggandeng swasta dalam program Corporate Social Responsibility (CSR), dan melibatkan investor asing. 

FLPP akan menyumbangkan kuota sebesar 220.000 unit per tahun 2025, program CSR sudah jalan 3 perusahaan di Tangerang, Berau, dan Muara Angke. Serta, investor asing yang siap berinvestasi adalah negara Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Singapura. 

Tidak hanya itu, untuk mewujudkan program 3 juta rumah di tengah efisiensi anggaran juga harus melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dimana merekalah yang bertugas membuat inovasi bangunan untuk membangun rumah. 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa efisiensi anggaran tidak berdampak secara langsung pada pembangunan infrastruktur. 

“Insya Allah (enggak mengganggu), biasa aja. Nanti kalau kurang minta lagi lah,” ujar Dody.

Menteri PU juga akan menerapkan strategis bekerja dengan efektif dan efisien, seperti mengurangi perjalanan dinas, mengurangi rapat yang dinilai tidak efisien, hingga efisiensi biaya konsumsi. Agar pembangunan program 3 juta rumah tetap berjalan sesuai rencana. 

Seperti diketahui, program 3 juta rumah per tahun adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo berjanji akan membangun 2 juta unit rumah di pedesaan dan 1  juta unit di perkotaan. 

Jika Homies berencana ingin membeli rumah impian di dekat kota Jakarta dengan lokasi yang strategis dekat transportasi umum, LRT, dan tol. Serta, fasilitas aman dan nyaman  bisa langsung cek website Gethome

Gethome menawarkan berbagai pilihan rumah dengan konsep modern yang menarik. Dengan fasilitas lengkap, keamanan one gate system, security 24 jam, dan CCTV.

Fasilitas dalam lingkungan perumahan juga lengkap dijamin bikin hidup Homies dan keluarga aman dan menenangkan. 

Dan jika Homies berminat membaca informasi seputar investasi dan properti yuk kunjungi blog Sweethome. Temukan informasi menarik lainnya! 

Bagikan Postingan Ini